Cara Mengaci Tembok Dengan Acian Drymix

Agustus 8, 2017

Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa ada tembok yang halus dan rata, sementara ada tembok yang retak di sana sini?

Perbedaan antara tembok yang halus dengan tembok yang memiliki banyak retakan tidak hanya terletak pada tampilannya saja. Keduanya adalah hasil dari cara pengerjaan yang berbeda. Misalnya dalam tahap pengerjaan acian, bisa jadi cara mengaci tembok yang dipilih kurang tepat sehingga bukannya menghasilkan tembok yang halus, malah menghasilkan tembok yang banyak dihiasi retak rambut.

Permukaan Plester Harus Bersih

Inilah cara mengaci tembok yang benar. Pertama, permukaan plester harus bersih, tidak boleh ditempeli debu, minyak, lemak, lilin, cat atau partikel-partikel lain yang merugikan karena kotoran hanya akan menyulitkan aci untuk merekat dengan baik. Sementara aci yang tidak merekat baik akan sulit bertahan jika terjadi muai susut pada tembok. Inilah penyebab terjadinya retak.

Plesteran Harus Dibasahi Dulu

Selanjutnya dalam cara mengaci tembok yang benar, plester yang sudah kering harus dibasahi terlebih dahulu agar aci bisa menempel dengan sempurna. Jika permukaan plester kering saat mengaci, acian akan terlalu cepat mengering, menghentikan proses hydrasi yang dibutuhkan aci di mana proses peningkatan kekuatan terjadi. Hasilnya, acian akan lemah daya tahannya dan berdebu.

Gunakan Mortar Berkualitas untuk Mengaci

Menggunakan semen biasa untuk acian bukan cara mengaci tembok yang benar. Diantaranya karena semen biasa memiliki tingkat penyusutan tinggi, sehingga pasti menimbulkan retak jika digunakan untuk acian. Apalagi jika saat dicampur dengan air takarannya salah. Berbeda dengan mortar semen instan berkualitas seperti Acian Drymix, yang dibuat dari semen, filler dan aditif dengan komposisi presisi. Mengaci dengan Acian Drymix hasilnya pasti halus. Daya rekatnya tinggi sehingga resiko retak sangat minimal.

Baca Juga  Mengakali Lapisan Material Yang Menyusun Dinding Rumah

Komposisi Adukan Acian Harus Pas

Banyak tukang membuat acian dengan mencampur semen dan air tanpa menggunakan takaran baku, hanya mengikuti feeling. Tidak masalah jika tukang sudah berpengalaman dan selalu mampu membuat acian yang bagus. Tapi tidak semua tukang berpengalaman. Di sinilah keuntungan mengaci tembok menggunakan acian instan berkualitas seperti Acian Drymix. Dengan menggunakan takaran baku hasil riset laboratorium dan riset lapangan, yaitu 9-10 liter air bersih untuk 30 kg bubuk Acian Drymix, atau 1 volume air untuk 2,5 volume bubuk Acian Drymix, adukan acian berdaya rekat kuat dihasilkan.

Pengaplikasian Menggunakan Ukuran dan Alat yang Tepat

Ketebalan ideal untuk acian maksimal 2-3mm. Jika kurang dari 1mm aci akan mengering terlalu cepat. Roskam besi bagus dipakai untuk menghasilkan tebal acian ideal. Jika menggunakan Acian Drymix, permukaan acian tidak perlu digosok dengan kertas semen, amplas atau sejenisnya saat setengah kering karena sudah pasti halus. Cukup dibiarkan untuk mengering minimum 5 hari, setelahnya bisa langsung dicat tanpa perlu diplamir. Demikian cara mengaci tembok yang benar.